5 Alasan Kenapa Transparansi Biaya Wajib Ada pada Pinjaman Online

Pinjaman Tunaiku

JURNALISTIK ONLINE — Pernahkah Anda mengambil pinjaman online terpercaya dan menemukan keganjilan dalam hal biaya? Terutama biaya administrasi. Kalau iya, lebih baik dipertimbangkan ulang saat mengajukan pinjaman berikutnya ke tempat yang sama. Soalnya fintech yang legal pasti ada transparansi biaya atau tidak ada yang ditutup-tutupi. Apa alasannya?

1. Demi Menjaga Reputasi Bank yang Menaunginya

Fintech yang berkembang di tengah masyarakat itu tidak sedikit yang berada di bawah naungan bank dengan reputasi bagus. Contohnya Amar Bank yang menaungi Tunaiku untuk pinjaman online, khususnya KTA. Setiap apa pun yang terjadi pada Tunaiku, maka berdampak pula pada Amar Bank.

Oleh karena itu, soal biaya apa pun tetap disampaikan pada nasabah sedetail mungkin. Tidak ada yang disembunyikan. Selain itu, persaingan fintech untuk kategori pinjaman online saat ini sudah cukup tinggi. Kalau ditemukan kecurangan dalam hal transparansi, kemungkinan besar pihak saingan akan memanfaatkan kelemahan itu.

2. Meningkatkan Kualitas Hubungan Saling Percaya

Hubungan yang dilandasi komunikasi via ponsel atau gawai ini memang cukup rentan. Hanya bank besar saja yang berani mengambil risiko. Apalagi harus mencairkan setiap pengajuan pinjaman dari nasabah tanpa uang DP sama sekali. Oleh karena itu, untuk memperkuat hubungan saling percaya di antara kedua belah pihak, perlu sekali ada transparansi biaya.

Rata-rata, pinjaman online terpercaya yang berbasis website ataupun aplikasi sudah memberikan informasi biaya lengkap. Hanya saja, kadang ada nasabah yang kurang teliti dalam mencari tahu informasi tentang bank tersebut. Akhirnya, saat terjadi penarikan biaya tambahan, protes. Oleh karena itu, pahami sistem pembayaran dan lain-lain lebih dulu.

3. Sesuai dengan Ketetapan Hukum Keuangan di Indonesia

Selama ini, pihak fintech yang dinaungi oleh bank umum tidak bekerja secara mandiri. Semua pergerakannya diawasi oleh pihak pemerintah lewat OJK dan BI. Tanpa adanya korelasi terhadap lembaga dan badan hukum pemerintah tersebut, sudah dipastikan ilegal. Daftarnya bisa Anda cek sendiri lewat situs resmi OJK.

Berhubung setiap gerak-geriknya diawasi, maka harus mengikuti standar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah transparansi biaya itu tadi. Hal yang paling minim pun bisa diketahui pemerintahan pusat. Jadi, ketika transparansi berkurang atau tidak ada sama sekali, Anda boleh mengajukan keberatan pada pihak bank.

4. Meningkatkan Profesionalitas Sistem Pinjam Online Bank

Bagi fintech yang basis transaksi, persetujuan, dan lain-lainnya via online, kedudukan reputasi amatlah penting. Bahkan termasuk testimoni atau kesan-kesan para nasabah yang meminjam uang di situ. Dengan adanya transparansi biaya, maka secara otomatis profesionalitas bank tersebut terus merangsek ke level baru.

Apabila bisa dipertahankan dengan baik, bukan tidak mungkin berada di level teratas dan sulit dijangkau oleh bank umum lainnya. Tentu saja masih harus dipadukan dengan pertimbangan besaran bunga, kelancaran pinjaman, ramah atau tidaknya customer service-nya, dan macam-macam. Tapi setidaknya dengan hal ini sudah bisa melangkah jauh.

5. Memudahkan Nasabah Mengakses Informasi secara Detail

Pinjaman online terpercaya itu sangat praktis. Semua informasi yang dibutuhkan oleh nasabah tersedia di halaman situs resmi suatu bank atau produk atau layanan dari bank tersebut. Jadi, tanpa harus tanya sana-sini, Anda langsung paham dengan mekanismenya. Hanya saja, memang perlu waktu khusus untuk mengakses setiap informasinya.

Mungkin di antara Anda ada yang bertanya, “Apakah mungkin kalau istilah pinjaman online terpercaya bisa dijadikan kedok penipuan?” Bisa saja. Tapi kalau sudah ada transparansi dalam berbagai segi, tentu istilah itu menjadi benar adanya. Termasuk yang sudah diterapkan oleh Tunaiku sebagai salah satu pelopor fintech untuk kategori pinjaman online.

Menilik Kepopuleran Aston Hotel Indonesia di Pulau Borneo

Aston Hotel Indonesia

Aston Hotel Indonesia adalah salah satu brand hotel yang berkomitmen untuk memberikan tempat menginap yang nyaman bagi para pengunjungnya. Komitmen ini terus dijaga oleh para staf profesionalnya yang sengaja dilatih agar mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu yang datang ke sana.

Kita bisa dengan mudah menemukan hotel Aston di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan. Nah, berikut ini akan disajikan beberapa hotel Aston yang ada di pulau yang juga menjadi bagian dari wilayah Malaysia tersebut, antara lain:

Aston Samarinda Hotel and Convention Center

Aston Samarinda Hotel and Convention Center bangunannya menjadi satu dengan Samarinda Central Plaza. Alhasil, jika Anda menginap di sini, Anda bisa sekalian hunting barang-barang yang Anda mau sepuasnya.

Selain bisa berbelanja, hotel ini juga memungkinkan Anda untuk menikmati pemandangan Bukit Bintang yang ada di Kota Samarinda. Jika Anda merasa lelah dan pegal, tenang saja, hotel ini juga sudah menyediakan spa.

Lokasi

Jl. Pangeran Hidayatullah, Kota Samarinda

Fasilitas

WiFi di area publik

Kolam renang outdoor

TV

AC

Kafe

Poolside Bar

Restoran

Resepsionis yang standby selama 24 jam

Tarif Menginap per Malam

Anda tertarik untuk menginap di hotel ini? Kalau begitu, Anda harus tahu kisaran tarif menginapnya terlebih dahulu. Dengan begini, Anda bisa memperkirakan berapa jumlah uang yang perlu disediakan.

Namun, perlu Anda ketahui bahwasanya tarif yang diberlakukan di hotel ini tergantung pada tipe kamar yang akan Anda pesan, yakni sebagai berikut:

Tarif menginap untuk kamar tipe superior sekitar 650 ribuan

Tarif menginap untuk kamar tipe Superior dan sudah termasuk sarapan untuk 2 orang sekitar 700 ribuan

Tarif menginap untuk kamar tipe Superior dengan 2 buah tempat tidur dan sudah termasuk sarapan juga 700 ribuan

Tarif menginap untuk kamar tipe Deluxe dengan dua buah tempat tidur sekitar 700 ribuan

Tarif menginap untuk kamar tipe Deluxe dengan sarapan untuk 2 orang sekitar 750 ribuan

Tarif menginap untuk tipe kamar Business Suite dengan sarapan untuk 2 orang sekitar 1,1 juta

Tarif menginap untuk tipe kamar Junior Suite dan termasuk sarapan untuk 2 orang sekitar 1,3 juta

Tarif menginap untuk tipe kamar Executive Suite dan sudah termasuk sarapan untuk 2 orang sekitar 1,6 juta

Aston Balikpapan Hotel and Residence

Selanjutnya ada Aston Balikpapan Hotel and Residence. Properti milik Aston Hotel Indonesia ini ada di bibir pantai, sehingga jika Anda menginap di sini, Anda bisa menikmati panorama pantai kapanpun Anda mau.

Jika Anda membawa balita yang usianya antara 0 hingga 1 tahun, Anda tidak akan dikenai biaya tambahan, kecuali jika Anda meminta ranjang bayi.

Sementara untuk balita yang usianya 1 tahun hingga 4 tahun juga tidak akan dikenai biaya tambahan asalkan menggunakan tempat tidur yang telah disediakan. Selain kedua kategori usia tersebut, tamu akan dianggap sebagai tamu dewasa.

Lokasi

Jl. Jendral Sudirman No. 7 Kota Balikpapan

Fasilitas

Jaringan internet

Kolam renang outdoor

Tenis

Tempat pijat

TV

Shower

Garage

Cot on demand

Conference Room

Car park

AC

Fasilitas penukaran mata uang asing

Area bermain untuk anak

Restoran

Rental mobil

Resepsionis yang standby selama 24 jam

Tarif Menginap per Malam

Tarif menginap per malam di Aston Balikpapan Hotel and Residence ini bisa berbeda-beda, tergantung pada tipe kamarnya. Untuk penjelasannya, silahkan lihat daftar berikut ini:

Tarif menginap di Superior Twin Room per malamnya sekitar 1 jutaan dan sudah termasuk sarapan untuk 2 orang

Tarif menginap di Executive Twin Room per malamnya sekitar 1 jutaan

Tarif menginap di Executive Twin Room per malamnya sekitar 1,2 juta dan sudah termasuk sarapan untuk 2 orang

Aston Banua Hotel Convention Center

Aston Banua Hotel Convention Center ini terhitung baru karena dibangun tahun 2014 yang lalu. Hotel ini adalah salah satu penginapan terbaik yang bisa Anda nikmati saat berada di Banjarmasin. Posisinya tidak begitu jauh dengan pusat kota, yakni hanya 15 km saja. Hotel ini terdiri atas 23 lantai dan 206 buah kamar.

Lokasi

Jl. Jendral A. Yani Km 11,8 Banjar, Banjarmasin

Fasilitas

Jaringan internet dan WiFi di area publik

Gym

Spa

Tempat pijat

Kolam renang outdoor

Pusat kebugaran

Vegetarian meal

TV lounge

TV

Snacks

Single Room

Projector

Junior Suite

Highchairs

Harbour

Golf course

Extra beds on demand

Double Rooms

Conference Room

Cloakroom

Car park

AC

Layanan transfer

Area bebas rokok

Koran

Layanan bellboy

Layanan babysitting

Keamanan 24 jam

Area khusus merokok

Poolside bar

Bar

Restoran

Laundry and Dry Cleaning

Rental Mobil

Tarif Menginap per Malam

Tarif menginap per malam di Aston Banua Hotel Convention Center tergantung pada tipe kamar yang Anda pilih. Untuk tipe kamar di sini ada Deluxe Room dan Suite Room. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

Tarif menginap di Deluxe Room per malamnya sekitar 400 ribuan tanpa sarapan

Tarif menginap di Deluxe Room per malamnya yang sudah termasuk sarapan sekitar 500 ribuan

Tarif menginap di Suite Room per malamnya sekitar 900 ribuan dan ini sudah termasuk sarapan

Aston Pontianak Hotel Convention Center

Bagian dari Aston Hotel Indonesia yang akan dibahas secara singkat selanjutnya adalah Aston Pontianak Hotel Convention Center. Selain bisa menikmati berbagi fasilitas yang ada di sana, Anda sekalian bisa mengamati hidup masyarakat karena lokasinya dekat dengan pasar.

Lokasi

Jl. Gajah Mada 21 Pontianak

Fasilitas

Internet dan internet kabel

Gym

Spa

Tempat pijat

Kolam renang outdoor

Sauna

Year of Construction

TV

Car park

AC

Layanan transfer

Fasilitas penukaran mata uang asing

Kafe

Layanan bellboy

Layanan kamar

Restoran

Laundry and Dry Cleaning

Bar

Resepsionis untuk 24 jam

Tarif Menginap per Malam

Masih sama seperti hotel-hotel Aston di Kalimantan yang telah disebutkan sebelumnya, jika Anda bertanya tentang tarif menginap di sana per malamnya, maka ini harus dijabarkan sekalian dengan tipe kamar. Yakni sebagai berikut:

Tarif menginap di Superior Room per malamnya sekitar 400 ribuan

Tarif menginap di Deluxe Room per malamnya sekitar 450 ribuan

Tarif menginap di Superior Room yang sudah termasuk sarapan untuk 2 orang per malamnya sekitar 550 ribuan

Tarif menginap di Deluxe Room yang sudah termasuk sarapan untuk 2 orang per malamnya sekitar 600 ribuan

10 Contoh Kalimat Tunggal Beserta Polanya

Contoh Kalimat Tunggal
Pixabay.com

Kalimat Tunggal Pasti kita sering membuat sebuah kalimat tunggal, baik disengaja maupun tidak. Kalimat tunggal adalah susunan kalimat yang begitu mudah untuk dibentuk. Kalimat ini hanya tersusun dari unsur subjek dan predikat saja. Bisa pula ditambahkan dengan unsur-unsur lainnya.

Ada berbagai jenis kalimat tungal yang terdapat dalam kaidah bahasa Indonesia. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu kalimat tunggal, bagaimana ciri-cirinya dan apa saja yang termasuk dalam jenis kalimat tunggal, simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Kalimat Tunggal

Rangkaian kata yang disusun dan dibentuk untuk mengemukankan suatu gagasan atau peristiwa dinamakan kalimat tunggal. Jadi kalimat tunggal hanya memiliki satu gagasan, kejadiaan, peristiwa saja di dalam kalimat tersebut.

Kalimat tunggal hanya memiliki satu struktur kalimat yang disusun oleh subjek (S), dan Predikat. Terkadang, kalimat tunggal juga membutuhkan unsur dalam struktur kalimat seperti objek (O), pelengkap (pel), atau keterangan (k).

Ciri-ciri Kalimat Tunggal

Dari pengertian kalimat tunggal di atas, maka ciri-ciri dari kalimat tunggal adalah :

  1. Hanya memiliki satu peristiwa pokok yang menjelaskan atau menyampaikan satu kejadian atau peristiwa di dalamnya.

Contoh :

  • Fazal (Kalimat tunggal)

S          P

  • Dina lari. (Kalimat tunggal)

S          P

  • Fazal makan dan minum. (Kalimat majemuk)

S    P                      P

  • Dina lari dan bersenandung lirih. (Kalimat tunggal)

S          P          P

  1. Memiliki satu struktur penyusun kalimat saja. Struktur penyusunan itu bisa terdiri dari S P, S P O, S P O K. Pastikan tidak ada dua unsur yang sama di dalam satu kalimat.

Contoh:

  • Farah pergi ke sekolah.  (Kalimat tunggal)

S       P          K

  • Tania bersepeda menuju lapangan. (Kalimat tunggal)

S        P                                  K

  • Budi pergi ke sekolah sedangkan Andi ke pasar. (Kalimat majemuk)

S      P         K          C.             S                 K

  • Tania bersepeda menuju lapangan sedangkan Huda bermain sepak bola. (Kalimat majemuk)

S                      P                                  K          C.             S                 K

 

  1. Tidak menggunakan kata konjungsi atau menggunakan tanda baca koma di dalamnya.

Contoh:

  • Fariz anak yang pintar.   (Kalimat tunggal)
  • Danang anak yang rajin .(Kalimat tunggal)
  • Fariz anak yang pintar dan rajin. (Kalimat majemuk)
  • Danang anak yang rajin dan terampil. (Kalimat majemuk)

Baca juga mengenai Kalimat Konjungsi

Jenis-jenis Kalimat Tunggal

Lalu apa sajakah jenis-jenis dari kalimat tunggal? Jenis kalimat tunggal adalah :

  1. Kalimat nominal

Kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata benda dinamakan kalimat nominal.

Contoh :

Ayahku seorang polisi

S = Ayah

P= Seorang polisi (kata benda)

Contoh kalimat:

  • Hadi adalah anak yang manja.
  • Tania adalah guru Penjaskes di SMAN 1 Tanjung Buana.
  • Kotak berwarna biru itu tempat penyimpanan barang berharga.
  • Suara itu adalah suara anjing.
  • Orang di balik topeng itu ternyata Budi.
  • Jam itu adalah milik Fika.
  • Rumah itu adalah milik Bu Dhanik.
  • Pamanku adalah seorang tentara.
  • Gedung berwarna hijau adalah gedung pengadilan agama.
  • Orang yang ada di balik pohon adalah Daniar.
  • Cincin itu adalah Bella.
  1. Kalimat adjektiva

Kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata sifat disebut kalimat adjektiva.

Contoh :

Gina  sangat baik kepada semua orang.

S : Gina

P : Sangat baik  (kata sifat)

K : Kepada semua orang.

Contoh kalimat :

  • Budi sangat tampan
  • Masyita sangat cantik.
  • Fahri ramah kepada semua orang.
  • Lukisan itu seram sekali.
  • Rumah Anton besar sekali.
  • Gedungnya tinggi sekali.
  • Mobil itu mewah sekali.
  • Mejanya sangat tinggi.
  • Dinding itu berwarna putih.
  • Anira sangat pintar.
  • Tata anak yang rajin.
  • Hani anak yang baik.
  • Kia adalah anak yang sholehah.
  • Rumah itu berwarna biru.
  • Mobil itu bagus sekali.
  • Perhiasan ibu cantik sekali.
  • Fio anak yang dermawan.

Dani adalah anak yang rajin.

  1. Kalimat verbal

Kalimat  tunggal yang predikatnya adalah kata kerja merupakan pengertian dari kalimat verbal.

Contoh :

Toni mengerjakan PR Matematikanya dengan serius.

S : Toni

P : Mengerjakan.

Contoh:

  • Dini menangis dengan sangat keras.
  • Adi pergi ke sekolah.
  • Anita sedang membuat kue cubit.
  • Singa mengintai mangasnya.
  • Sepeda motor itu melaju dengan kencang.
  • Andini mencuci piring dengan senang hati.
  • Ayah pergi dinas ke Jakarta.
  • Kakak pergi ke kampus.
  • Katak bersembunyi di balik pohon.
  • Giska berlari dengan begitu kencang
  • Mobil Adi melaju dengan kencang sekali.
  • Ibu belanja dengan semangat.
  • Faisal mengerjakan tugas dengan lesu.
  • Sulkhan makan dengan sangat lahap.
  • Gege menjerit dengan sangat kencang.
  1. Kalimat numerial

Kalimat tunggal yang predikatnya berupa kata bilangan dinamakan kalimat numerial.

Lama pengobatan itu bertahun-tahun.

S : Lama pengobatan itu

P  : Bertahun-tahun

Contoh:

  • Perjalananya membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai di sini.
  • Waktunya berjam-jam untuk menyelesaikan tugas praktikum itu.
  • Tania menunggu Dani hingga berjam-jam lamanya.
  • Penyelesaian bangunan itu sampai bertahun-tahun.
  • Untuk mekar, bunga membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu.
  • Buah durian membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai berbuah
  • Pohon itu berminggu-minggu lamanya tidak disiram.
  1. Kalimat prepositional

Kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata depan atau preposisi dinamakan kalimat prepositional.

Jam dinding itu di atas meja kerja Pak Budi.

S : Jam dinding itu

P : di atas

Contoh:

  • Pegawai baru itu dari kota Jakarta.
  • Sepatu adik di bawah lemari pakaian.
  • Saya ke rumah Fathan hari ini.
  • Pensil itu di bawah meja.
  • Buku tugas Matematika Fina ada di bawah kolong meja.
  • Majalah Ibu ada di atas sofa.
  • Novel itu tentang perjuangan seorang anak.
  • Botol minuman ada di atas kulkas.
  • Kotak perhiasan ada di lemari.
  • Karyawan itu baru datang dari Semarang.

Perluasan Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal bisa diperluas dengan melakukan cara-cara sebagai berikut.

  1. Tambahkan unsur baru seperti keterangan atau pelengkap.

Contoh:

  • Penebang membakar  hutan   kemarin malam

S                      P           O                K

  • Adi pergi ke Jakarta kemarin sore

S            P           O                K

  • Ibu membeli obat   tadi      pagi

S                      P           O                K

Kalimat-kalimat di atas telah diperluas dengan menambahkan keterangan waktu kemarin malam.

  1. Perluas kalimat dengan menambahkan unsur-unsur yang ada seperti subjek dan predikat.

Contoh:

  • Bibi yang tinggal di Surabaya akan datang

S                                               P

  • Paman yang hidup di desa akan datang

S                                                          P

Kalimat di atas telah diperluas dengan menabahkan unsur subjek.

Seperti itulah ulasan mengenai kalimat tunggal, dari mulai pengertian, ciri-cirinya hingga jenis-jenis kalimat tunggal. Semoga bermanfaat.

Pengertian, Perbedaan, Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Dalam Bahasa Inggris

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif
Pixabay.com

Kalimat Aktif dan Pasif “Ibu membuat kue ulang tahun” adalah merupakan sebuah contoh dari kalimat aktif. Sebaliknya “Kue ulang tahun dibuat oleh ibu” adalah sebuah contoh kalimat pasif.  Kira-kira sudah pahamkah Anda mengenai perbedaan kalimat aktif dan pasif?

Seperti apa perbedaan dari kalimat aktif dan pasif? Untuk mengetahui perbedannya lebih lanjut,  simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Kalimat

Kalimat yang mana subjeknya (S) melakukan tindakan dan diungkapkan dalam susunan predikat (P) terhadap objeknya (O) dinamakan kalimat aktif. Kalimat aktif ini memiliki ciri-ciri yang bisa membedakannya dengan kalimat pasif. Ciri yang paling menonjol adalah predikatnya berimbuhan me-.

Ciri – ciri Kalimat Aktif

  1. Subjek kalimat melakukan tindakan langsung terhadap objeknya.
  2. Predikatnya diawali dengan imbuhan me- atau ber-.
  3. Kalimat tersusun dari pola S P O K, S P O atau S P K

Contoh :

Farah  menyiram bunga di taman.

S              P                    K

Paman  membaca   koran.

S              P         O

Ayah  membeli  obat     kemarin malam.

S              P                         O                        K

Macam-macam Kalimat Aktif

Berdasarkan objeknya, kalimat aktif dikelompokkan menjadi beberapa jenis di antaranya :

  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat yang predikat atau verbanya membutuhkan objek untuk dikenai tindakan dinamakan Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat memiliki kata kerja yang membutuhkan obje, cirinya adalah kata kerjanya memiliki imbuhan me-, menye-, atau menge-

Contoh:

memukul, memberi, menyeberangkan, mengelompokkan, dan lain – lain.

Contoh kalimat aktif intansitif :

Joni memukul maling itu hingga kesakitan.

S          P             O                      K

Paman  membelikan  keponakannya  sebuah mainan.

S              P            O                        pel

Fahran  menyebrangkan          pengemis  yang berdiri di pinggir jalan.

S                        P                      O                  pel

Dosen mengelompokan  siswanya ke dalam beberapa kelompok diskusi.

S               P                             O                         K

Singa  menerkam kelici sebagai mangsanya.

S                P                O           K

  1. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat yang predikat atau verbanya tidak membutuhkan objek dinamakan kalimat aktif intransitif. Ciri dari kalimat aktif ini adalah selalu diikuti dengan pelengkap (pel), dan keterangan (K).

Ciri dari kalimat aktif intransitif adalah predikatnya dalam kalimat ini kata kerjanya diberi imbuhan ber – dan ter -.

Contoh :

bekerja, belajar, berlari, berterimakasih, tertawa, tertidur, dan lain – lain.

Contoh kaimat aktif intransitif :

Ayahku  bekerja  di perusahaan nasional.

S               P                          K

Budi  belajar  dengan  sangat giat.

S          P                  K

Dena  berterimakasih  kepada orang itu.

S            P                           pel.

Joni  tertawa  melihat orang itu.

S          P                pel.

Aku  tertidur  di sofa.

S         P          K

  1. Kalimat Aktif Ekatransitif

Kalimat aktif yang hanya memiliki 3 unsur kalimat yaitu, Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O) dinamakan  kalimat aktif ekatransitif.

Contoh :

Aku  membeli   sebuah buku.

S            P               O

Burung jalak   memakan   cacing.

S                      P               O

Ibu  membangunkan  kakak.

S          P                   O

  1. Kalimat Aktif Dwitransitif

Kalimat aktif yang harus memiliki 4 unsur kalimat, yaitu Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), da Pelengkap (pel) dinamakan Aktif D.witransitif

Contoh :

Aku  melihat  gadis  yang berambut pirang itu

S         P            O                      pel.

Kakak  merawat  kucing  yang dia temui di jalanan.

S               P               O                      pel.

Ani  menanam  bunga mawar asli dari Afrika

S          P                      O                    pel.

Contoh Kalimat Aktif

  1. Ayah membaca koran agar tahu informasi saat ini.
  2. Kakak mengirimi adik uang setiap bulannya.
  3. Ibu menaiki sepeda agar bisa pergi ke pasar.
  4. Ibu menguras bak mandi seminggu dua kali.
  5. Jono memanjat pohon itu setiap hari.
  6. Andi menyanyikan lagu ulang tahun untuk ibu.
  7. Ibu memasak nasi setiap hari.
  8. Gilang membuka loker.
  9. Adib menendang bola.
  10. Adib memanjat pohon.

Kalimat yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan atau tindakan atau aktivitas adalah dinamakan dengan kalimat pasif. Ciri yang dapat dikenali dari kalimat pasif adalah subjek pada kalimat pasifnya berada sebelum predikat.

Ya, bisa dikatakan kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Sama halnya Seperti halnya kalimat aktif, kalimat pasif juga dibagi menjadi dua jenis, yakni kalimat pasif transitif dan intransitif.

Kaedah Kalimat Pasif

  1. Tukarkan subjek (pada kalimat aktif) menjadi objek.

Contoh :

Gubernur Semarang meresmikan acara Simposium Nasional di Gedung Graha(aktif)

Acara Simposium Nasional di Gedung Graha diresmikan oleh Gubernur Semarang (pasif)

  1. Ganti awalan me- (pada kalimat aktif) dengan awalan di- pada predikatnya.

Contoh : meresmikan – diresmikan

  1. Tambahkan kata “oleh” di belakang predikat.

Contoh : meresmikan – diresmikan oleh

Jenis jenis Kalimat Pasif

kalimat pasif dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan subjeknya, yaitu sebagai berikut :

  1. Kalimat Pasif Transitif

Kalimat pasif yang mempunyai objek dinamakan kalimat pasif transitif.

Contoh :

  • Pemenang lomba itu akan ditentukan oleh para juri.
  • Buku itu dibawa Tini.
  • Ruangan kelas sedang dibersihkan para siswa.
  • Sepeda milik Adi sudah diperbaiki ayahnya.
  • Ia terkena malaria.
  • Ruangan itu sedang mereka bersihkan.
  • Baju itu telah dibeli Fika
  • Bunga yang telah mekar itu dipetik Dian
  1. Kalimat Pasif Intransitif

Kalimat Pasif intransitif merupakan kalimat pasif yang tidak mempunyai objek.

  • Joko Widodo telah dilantik menjadi presiden.
  • Bangunan itu telah lama dibangun.
  • Ia terlena akan kekayaanya.
  • Rumah itu sedang diperbaiki.

Kalimat pasif juga dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Kalimat Pasif Tindakan

Kalimat pasif  yang mana predikatnya menyatakan suatu perbuatan atau tindakan disebut dengan kalimat pasif tindakan. Imbuhan yang digunakan dalam merangkai kalimat pasif tindakan adalah di-, ter-, ke- dan kata ganti.

Contoh : Bunga mawar itu ditanam oleh nenek.

  1. Kalimat Pasif Keadaan

Kalimat pasif yang predikatnya menyatakan keadaan subjek dinamakan dengan kalimat pasif keadaan. Ciri dari kata pasif keadaan adalah kata kerjanya ditandai dengan imbuhan ke-an.

Contoh : Gadis itu ketiduran di halte bus.

Ciri- ciri Kalimat Pasif

  1. Subjeknya sebagai pekerja.
  2. Predikatnya diberi imbuhan di-, ter-, ke-an, ter-kan.
  3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang).
  4. Setelah predikat kata ganti orang harus diikuti dengan kata kerja yang kehilangan awalan.
  5. Menggunakan kata kerja awalan ter- yang menyatakan unsur ketidaksengajaan
  6. Objek pada kalimat pasif merupakan subjek pada kalimat aktif
  7. Penggunaan kata “oleh” pada kalimat pasif dapat dihilangkan dan tidak merubah makna kalimat
  8. Biasanya ditandai dengan adanya kata-kata “oleh” dan “dengan”

Contoh Kalimat Pasif

  1. Buku itu sedang dibaca oleh Rani.
  2. Kangkung dimasak Sari.
  3. Para murid diberi tugas.
  4. Mobil yang rusak itu telah diperbaiki oleh karyawan Pak Ali.
  5. Kursi itu diduduki oleh Pak Usman.
  6. Hewan itu terdampar di tepi sungai.
  7. Kemarin Gilang terjatuh saat melewati rel kereta.
  8. Gedung itu sedang dicat.
  9. Sungai itu sedang dibersihkan
  10. Buku itu dibeli Hani

Seperti itulah ulasan mengenai kalimat aktif dan pasif. Semoga bermanfaat.

Contoh Kalimat Konjungsi, Subordinatif, Temporal dan Antarkalimat

Contoh Kalimat Konjungsi
Pixabay.com

Contoh Kalimat Konjungsi Tahukah mengenai contoh kalimat konjungsi? Seperti apakah kalimat yang sering digunakan dalam kaidah Bahasa Indonesia itu?

Untuk lebih jelasnya mengenai contoh kalimat konjungsi, perhatikan dua kalimat berikut:

  1. Ibu selalu memasak di dapur setiap pagi
  2. Ayah selalu membaca koran di depan rumah setiap pagi

Kedua kalimat tersebut dapat dijadikan satu kalimat dengan menggabungkannya sehingga menjadi kalimat “Ibu selalu memasak di dapur dan Ayah selalu membaca koran di depan rumah setiap hari.”

Kalimat di atas merupakan contoh kalimat konjungsi. Sehingga kalimat konjungsi memiliki arti sebagai kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa lainnya.  Berikut ini merupakan contoh kalimat konjungsi beserta jenisnya dalam bahasa Indonesia.

Contoh Kalimat Konjungsi

  1. Konjungsi Antar Klausa

Konjungsi jenis ini digunakan untuk menghubungkan antara dua buah klausa atau lebih. Ada tiga macam konjungsi yaitu konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi koordinatif.

  1. Konjungsi Korelatif

Konjungsi ini digunkan untuk menghubungkan dua kata, frasa, klausa, yang memiliki status konjungsi setara, antara lain, Baik … maupun …, Jangankan … pun …, Bukan hanya … melainkan juga…, Entah … entah …, Sedemikian rupa … sehingga …, Tidak hanya … tetapi (juga) …

Contoh            :

  • Mirna tidak menyangka bahwa baik Dika maupun Doni menjadi korban pembegalan
  • Jangankan mobil, sepeda pun aku tak punya
  • Bukan hanya rumah Anita yang aku kunjungi melainkan juga rumah Aisyah dan Ibnu yang berada di pelosok aku kunjungi.
  • Entah jadi entah tidak besok pagi kami akan pergi berlibur ke Malang
  • Ali merangkai kata sedemikian rupa dengan ekspresi yang meyakinkan sehingga teman-temannya mempercayai kebohongannya.
  • Fina tidak hanya mendapat ucapan selamat dari teman sekelasnya, tetapi juga mendapatkan kado ulang tahun yang istimewa
  1. Konjungsi Subordinatif

Berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa, klausa, yang memiliki status konjungsi bertingkat.

Hubungan Konjungsi
Pengandaian andaikan, sekiranya, seandainya
Syarat jika, kalau, asalkan, bila
Waktu sesudah, sebelum, setelah, sejak, ketika, sementara, selama, sehingga, sambil
Tujuan agar, supaya
Cara Dengan
Penjelasan Bahwa
Pemiripan seolah-olah, seakan-akan, seperti, sebagaimana
Sebab sebab, karena, oleh karena
Konsesif meskipun, walaupun, biarpun, sekalipun

 

Contoh:

  • Andri mengejakan pekerjaan rumahnya agar tidak dimarahi oleh ibu
  • Suami itu setia menunggui istrinya selama persalinan berlangsung rumah
  • Semua warga sedang tertidur pulas ketika gempa terjadi
  • Andi akan memaafkan temannya asalkan tidak mengulangi perbuatan itu
  • Andaikan aku menjadi penjabat, akan aku layani semua rakyat
  • Karena terlambat, Adi mengendarai sepeda motornya dengan kencang
  • Dia tetap saja memaksa untuk pergi ke sekolah walaupun sedang sakit
  • Semua warga terpaksa mengungsi karena banjir
  • Agnes memakai pakaian dan perhiasan serba mahal seolah-olah dia orang kaya
  • Santi mengatakan bahwa dia tidak akan mencontek ketika tes
  1. Konjungsi koordinatif

Digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih klausa dengan tingkat yang setara.  Adapun kata penghubung yang termasuk konjungsi koordinatif diantaranya, dan, sedangkan, atau, padahal, tetapi, lalu, melainkan, dan kemudian. Contoh Kalimat Konjungsi Koordinatif adalah:

  • Peralatan sholat, senter, selimut, dan obat-obatan merupakan peralatan yang harus di bawa oleh anggota pencinta alam
  • Ayah dan Paman Mira sedang menjenguk tetangga yang sedang sakit
  • Pamanku mempunyai dua anak laki-laki. Anak pertama bekerja di Jakarta, sedangkan anak kedua masih kuliah di UI
  • Agar pekerjaan cepat selesai kami membagi tugas. Aku dan Nanda membersihkan selokan, sedangkan Mirna dan Galuh membersihkan kamar mandi
  • Kalian boleh menggunakan pensil atau bulpoin untuk mengisi soal tersebut!
  • Apakah kamu suka kopi atau teh?
  • Semua orang tidak mau memaafkan Tia, padahal dia telah meminta maaf sambil menangis
  • Pergilah lurus, kemudian belok kanan! Nanti kamu akan menemukan rumah Sandi yang berwarna hijau
  • Budi ingin kuliah tetapi terkendala masalah biaya
  1. Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan kalimat dengan kalimat. Kata penghubung tersebut antara lain:

No. Konjungsi Makna
1. dengan demikian, akibatnya konsekuensi atau akibat
2. sebaliknya, berbeda dengan kebalikan
3. kemudian, selanjutnya, setelah itu keadaan setelahnya
4. sebenarnya, sesungguhnya, bahwasanya keadaan sebenarnya
5. malahan, bahkan, tak hanya itu keadaan sebelumnya
6. akan tetapi, sayangnya, namun Mempertentangkan keadaan sebelumnya
7. biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian kesediaan

 

Contoh:

  • Tiara kurang setuju dengan usulan Budi. Biarpun begitu, Dia tetap menghargainya.
  • Anggota kemah akan memulai perjalanan mereka dengan berjalan kaki. Setelah itu, mereka akan beristirahat di rumah penduduk.
  • Pak Lurah berkata bahwa kita jangan terus menebang pohon-pohon di hutan. Sebaliknya, kita harus menanam bibit-bibit pohon baru agar terhindar dari bencana alam
  • Keadaan kampung memang sudah aman. Akan tetapi, kita harus tetap waspada agar terhindar dari pencurian.
  • Andi menjuarai lomba cerdas cermat tingkat kabupaten. Tak hanya itu, Dia juga menjuarai pidato tingkat provinsi.
  1. Konjungsi Antar Paragraf

Konjungsi ini digunakan untuk  menghubungkan dua paragraf sehingga menjadi suatu paragraf yang sistematis. Konjungsi yang sering digunakan adalah

  • Terlebih lagi ….
  • Disamping …..
  • Tak hanya sebagai …
  • Oleh karena itu …
  • Berdasarkan …

Contoh:

Kopi merupakan salah satu minuman popular yang sering dikosumsi oleh penduduk di belahan bumi. Penyajian kopi disetiap negarapun pastinya berbeda-beda. Seperti di Indonesia, kopi dibuat minuman yang dicampur dengan jahe atau ditambah arang. Ataupun di negara lain biasnya dicampur dengan susu mendidih, espresso, caramel, ataupun ditambah manisan kurma seperti di Arab Saudi.

Disamping mempunyai penyajian yang berbeda, kopi memiliki senyawa yang memiliki berbagai manfaat. senyawa antioksidan untuk menangkal pengrusakan oleh radikal bebas seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.

Tak hanya sebagai obat dalam kopi juga bermanfaat untuk Bagi wanita yang sangat memperhatikan kecantikan dan kesehatan kulit, kandungan antioksidan ini pula bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Kopi dimanfaatkan untuk pedicure dan medicure karena Aromaterapik bubuk kopi membantu membersihkan siku hitam dan tumit kaki yang retak. Sedangkan manfaat kopi untuk wajah antara lain untuk meningkatkan kekencangan kulit wajah serta untuk membantu menjaga penuaan dini.

4.     Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Dilihat dari fungsi konjungsi, maka konjungsi dibagi menjadi beberapa kelompok. Berikut adalah jenis jenis konjungsi berdasarkan fungsi:

No. Konjungsi Contoh
1. aditif dan, serta, lagipula
2. pertentangan tetapi, sedangkan, akan tetapi, sebaliknya, namun
3. disjungtif maupun, baik … baik … , entah … entah … , atau … atau …
4. waktu setara : sebelumnya, setelahnya; bertingkat :ketika, bila, sampai, demi, sementara, semenjak, tatkala, seraya
5. final supaya, agar, untuk
6. sebab karena, sebab, karena itu, sebab itu
7. akibat sehingga, akibatnya, sampai, maka
8. syarat asalkan, jika, apabila, kalau, jikalau
9. tak bersyarat walaupun, biarpun, meskipun
10. perbandingan seperti, bagai, bagaikan, ibarat, umpama, seakan-akan, sebagaimana
11. korelatif tidak hanya…tetapi juga, sedemikian rupa sehingga, semakin…semakin, baik…maupun
12. penegas yakni, apalagi, misalnya, yaitu, akhirnya
13. penjelas Bahwa
14. pembenaran walaupun, meskipun, kendatipun, sekalipun
15. urutan lalu, kemudian, mula-mula, pertama
16. pembatasan kecuali, asalkan, selain
17. penanda terutama, umpama, paling utama
18. situasi padahal, sedangkan, sambil

***

Demikian ulasan mengenai contoh kalimat konjungsi. Semoga bermanfaat.